Wisata Sumatera Utara


Image Hosted by ImageShack.us

Malangnya aku saat itu. Udh mabok berat lantaran lewat jalan naek turun menuju Toba, eh pas mampir kesini ternyata kabut tebel banget. yang namanya aer terjunpun tinggal cerita, karena gw ga bs liat sama sekali. sesekali kabut bergerak dan menipis, tp tetep, gw ga bs liat air terjunnya (menyebalkan!).

Image Hosted by ImageShack.us
(lebih…)

Iklan

Image Hosted by ImageShack.us

Dari Toba menuju Medan, paling enak memang lewat siantar (terutama buat orang2 yang gampang mabok macam gw). Kota yang berjarak 128 km dari Medan ini terkenal dengan becak motornya (betor). konon betor Siantar lebih unggul dari betor di kota lain seperti Padang Sidempuan yang memakai Vespa 70-an ato betor Prapat dengan Yamaha 70-annya, di Siantar betornya pake BSA tua buatan Inggris (taon 40-50an) yang pernah jadi alat transportasi tentara Inggris di Jawa saat PD II. Awalnya betor2 ini berkekuatan 125 cc dengan berbage merk yang akhirnya, akibat medan yang berbukit-bukit, saat ini hanya BSA 500 cc dan 350 cc yang masih bertahan. Kompas juga menambahkan, BSA skr sudah menjadi barang antik dan mahal. banyak kolektor yang mulai tawar menawar hingga puluhan juta hanya untuk membawa pulang motor ini.

Image Hosted by ImageShack.us
(lebih…)

Image Hosted by ImageShack.us

Buat kalian yang belum pernah ke medan, mungkin belum pernah dengar yang namanya Museum Rahmat. Berlokasi di Jl. S. Parman No. 309 Medan, museum ini menyimpan koleksi pribadi seorang pemburu dan pecinta alam (kok kotradiktif ya??) bernama DR. H. Rahmat Shah. “RAHMAT” Museum & Galeri satwa liar Internasional konon merupakan satu2nya di Asia yang memiliki sekitar 600 spesies satwa yang diawetkan dari berbagai negara di dunia. “Hewan2” ini ditata apik dalam berbagai tema, sesuai dengan habitatnya masing2. dan koleksinya pun lengkap, dari hewan yang paling kecil sampe yang besar2pun ada.

Image Hosted by ImageShack.us
(lebih…)

Image Hosted by ImageShack.us

Satu lagi peninggalan Sultan Deli, yaitu Masjid Raya Al Mashun yang berjarak tak jau dari Istana Maimun (200m). Menurut sebuah sumber, masjid mulai dibangun tanggal 1 Rajab 1324H atau 21 Agustus 1906 dan selesai 10 Sept 1909 oleh Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. beberapa bahan dekorasi dibuat dari Italia dan jerman serta konon dulunya menjadi satu bagian dengan komplek istana. Masjid yang dirancang oleh Dingemans dari Amsterdam (dengan bentuk yang simetris jika dilihat dari keempat sisinya) memiliki gaya yang diambil dari budaya Timur tengah, India, dan Spanyol. Masjid dibangun dengan bentuk segi 8 (oktagonal) dan memiliki 4 sayap disetiap bagian selatan timur utara dan barat yang berbentuk seperti bangunan utama namun berukuran lebih kecil. luas keseluruhan bangunan adalah 5.000 meter.

Image Hosted by ImageShack.us
(lebih…)

Dalam benak gw waktu itu, medan isinya orang batak semua. tnyata gw salah. banyak juga penduduk keturunan melayu disini. salah satu bukti peninggalan kerajaan melayu yang pernah berjaya adalah Istana Maimun. Aga disayangkan, sewaktu gw kesana sekitar 2 thn silam, kondisinya sudah seperti rumah hunian yang dipenuhi jemuran dan antena televisi. mudah2an skr sudah kembali seperti layaknya Istana yang dulu pernah berjaya.

Image Hosted by ImageShack.us

Berlokasi di Jl. Brigjen Katamso Medan (10 km dari bandara), Istana Maimun merupakan peninggalan Sultan Kerajaan Deli (jadi inget soto deli di deket kesawan, enak banget!!!)bernama Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. pusat kerajaan deli ini didominasi dengan warna kuning (warna khas orang melayu) dan selesai dibangun tahun 1888 dengan arsitek berkebangsaan Italia. kalau diperhatikan, bangunan ini memiliki perpaduan antara budaya Islam dan Eropa, dengan beberapa material (seperti ubin dan marmer) yang memang langung diimpor dari Eropa. Bagunan terdiri dari 2 lantai dengan 3 bagian yaitu bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan. pengaruh budaya eropa agaknya cukup kental tertata di istana ini, dari mulai lampu, kursi, meja, lemari, jendela sampai pintu dorong. sedangkan pengaruh Islam dapat dilihat dari bentuk lengkungan (arcade) di bagian atap yang menyerupai perahu terbalik (lengkungan persia) yang biasanya dijumpai pada bangunan2 di kawasan timur tengah.
(lebih…)

Image Hosted by ImageShack.us

Melancong ke tanah Batak, pastilah terngiang nama danau toba. awalnya sewaktu pertama kali singgah ke medan, gw mengira toba itu dekat. nyatanya tidak. gw baru berkesempatan ke toba setelah 3 kali berkunjung ke medan. Tepatnya tanggal 31 Agustus 2006, gw bersama rombongan dari kantor berangkat menuju toba dari medan. perjalanan kali ini melewati jalur brastagi. ampuuun, gw ga mau lg lewat jalur ini. kelok2nya jalan bikin mual ga karuan. mana perjalanan pun kian panjang dan serasa tak sampai2. dari jam 7 pagi berangkat, kita baru sampai di Parapat sekitar jam 2 siang! di Parapat agaknya sedikit terhibur, pas bangun dari tidur gw melihat air, dan dengan spontan gw teriaki “lauuut!”.

Image Hosted by ImageShack.us
(lebih…)