Wisata Jawa Tengah


Kamu pasti pernah dengar seorang Laksamana Tionghoa bernama Cheng Ho, yang dulunya berlayar dan singgah di Semarang (tepatnya di daerah Simongan, barat daya Semarang). Ditempat singgahnya ini skr berdiri sebuah klenteng untuk meperingati Laksamana Cheng Ho bernama Klenteng Sam Po Kong atau beberapa menyebutnya Klenteng Gedong Batu (karena berada di  gua batu besar yang terletak di sebuah bukit batu).

Image Hosted by ImageShack.us

Menurut sebuah sumber, Laksamana Cheng Ho adalah seorang nahkoda Muslim dari China yang tengah berlayar menjelajah dunia untuk berdagang sambil menyebarkan ajaran Islam. Berhubung Cheng Ho adalah seorang tokoh yang berasal dari daratan China, maka klenteng yang berdiripun kini digunakan sebagai tempat kegiatan pemujaan dan pencarian peruntungan sebagaimana tradisi-tradisi yang biasa dijalankan oleh masyarakat keturunan China hingga saat ini. Padahal menurut Ir. Setiawan dalam bukunya ‘Mengenal Kelenteng Sam Po Kong Gedung Batu Semarang’, tempat ini dulunya merupakan sebuah Masjid.
(lebih…)

Iklan

Mo cari2 pagoda ga harus jauh2 ke Thailand, di semarang ternyata ada. Dalam perjalanan dari semarang menuju ungaran, di kiri jalan, kita bs menemukan Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong. Menurut sebuah sumber, bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat ini telah dinyatakan sebagai pagoda tertinggi di Indonesia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Image Hosted by ImageShack.us

Pagoda Avalokitesvara bisa jg disebut sebagai Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih Sayang lantaran pagoda ini dibuat tuk menghormati Dewi Kwan She Im Poo yang merupakan dewi cinta kasih dan kasih sayang. Pagoda ini mulai dibangun pada bulan Agustus 2005 dengan patung2 dan beberapa barang lainnya yang didatangkan langsung dari Cina. Di lokasi yang sama sebelumnya telah berdiri vihara kecil sejak tahun 1957, dan pagoda ini kini dijadikan jg sebagai tempat ibadah bagi umat Budha (disamping Candi Borobudur).

(lebih…)

Turun dari stasiun tawang, tepat didepannya kita sudah disuguhi suasana kota lama Semarang. Fyi, nama Semarang sendiri konon diawali dari sejarah kasultanan Demak dengan tokoh bernama pangeran Made Pandan dan putranya Raden Pandan Arang yang meninggalkan Demak menuju suatu tempat bernama Pulau Tirang untuk menyebarkan agama Islam serta membuka area hutan. Daerah ini pun kian subur. Di sela-sela kesuburan tanah Pulau Tirang, muncul tanaman pohon asam arang (jawa: asem arang) yang kemudian memunculkan nama kota Semarang. Secara adat, kota Semarang berdiri sejak tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan penobatan Pandan Arang II sebagai bupati. Sejarah lengkap kota semarang dapat kalian baca di situs resmi kota semarang.

Image Hosted by ImageShack.us

Saat tiba di semarang, gw langsung berjalan kaki menyusuri kota lama. Diatas jalan ber-paving block ini banyak banget bangunan tua yang bs ditemui. awalnya tempat ini sempat tidak terawat. menurut data dari Pusat Litbang Teknologi Permukiman, terancamnya bangunan peninggalan sejarah di kawasan semacam ini umumnya disebabkan oleh: kehadiran bangunan – bangunan baru yang tak terarah dan tak terkendali, kerusakan karena usia, kerusakan oleh pengaruh alam (pasang – surut air laut), menjadi kota mati karena ditinggalkan penghuninya, rendahnya kesadaran masyarakat dan tidak adanya peran serta masyarakat dalam upaya pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan.
(lebih…)

Di salah satu sudut kota semarang, berdiri sebuah bangunan bergaya kolonial yang sekilas tampak tidak terurus. Keberadaan gedung inipun kemudian lebih sering dijadikan tempat uji nyali. padahal sebagai salah situs bersejarah, bangunan yang kini lebih dikenal dengan sebutan Lawang Sewu (pintu seribu), memiliki cerita yang tidak kalah penting semasa penjajahan pemerintah Belanda.

Image Hosted by ImageShack.us

Lawang sewu awalnya merupakan kantor pusat Perusahaan kereta api (trem) milik Belanda yang dibangun pada tahun 1903 oleh dua arsitek Belanda yaitu Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag. Bangunan ini selesai dibangun tahun 1908 serta diresmikan pada tanggal 1 Juli 1907. Kemudian pada tahun 1920 dipakai sebagai Kantor pusat Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS) yaitu sebuah perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang berdiri tahun 1864.

Image Hosted by ImageShack.us
(lebih…)

Selain memiliki bahasa yang khas, Purwokerto yang berjarak sekitar 200km sebelah barat Yogyakarta juga punya tempat wisata yang layak dikunjungi. Yaitu kawasan wisata Batu Raden. Tuk bisa kesanapun tidaklah sulit. cukup cari kendaraan umum jurusan Purwokerto-Baturaden dari terminal Kebondalem kalian udh bs refreshing ke baturaden.

Image Hosted by ImageShack.us

Kebun Raya Batu Raden terletak di selatan kaki Gunung Slamet dengan ketinggian 640m di atas permukaan laut dan berjarak 14 km dari pusat kota Purwokerto. Gunung Slamet sendiri merupakan gunung berapi terbesar dan tertinggi ke-2 di Pulo Jawa. karena keberadaannya di kaki gunung, maka tak pelak jika di tempat ini kita dapat merasakan suhu yang sangat bersahabat alias sejuk. Kawasan batu raden juga memiliki potensi flora dan fauna yang memiliki nilai konservasi tinggi dan beberapa diantaranya bahkan dilindungi oleh UU sepert macan tutul dan kera abu2 ekor panjang.
(lebih…)