Image Hosted by ImageShack.us

Masih inget tulisan gw ttg Kesultanan Yogyakarta? Taman Sari ini sebetulnya masih merupakan salah satu taman kerajaan yang juga berfungsi sebagai tempat pertahanan. sebagai istana air dengan laut buatannya, dulu area disekitar taman dinamakan Kampung Segaran (skr suryoputran) dan pulau buatannya disebut Pulau Kenanga. katanya nih ya, dulu Sultan kalau mo ke taman tuh pake perahu. gile, ga kebayang gw… (jadi inget film Anna and The King, pas rajanya keliling pake perahu). tp sayangnya, walaupun sejarahnya terdengar indah dan letaknya ga nyampe stenga km dari keraton agaknya tempat ini sering luput dari kunjungan kita sewaktu di jogja.  

Image Hosted by ImageShack.us


Menurut sebuah sumber, Taman Sari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I tahun 1757 (bersamaan dengan berdirinya keraton) dengan gaya arsitektur gabungan antara Jawa dan Portugis. Didalam taman sari terdapat kolam pemandian dan menara pengintai yang konon (menurut keterangan si pemandu) dahulu dipergunakan Sultan untuk memantau para selir yang sedang bermain di pemandian. dari pemantauan tsb, Sultan kemudian akan memilih satu yang paling disenangi untuk menemaninya beristirahat. sayangnya, pas gw kesana, udh lewat dari jam 3 sore, jadi kolam ini sudah terkunci dan kita hanya bs mengintip dari atas tembok (dengan sedikit memanjat). so, gw saranin, kl kesini sebelum jam 3 ya.. lagian kl udh kesorean kaya gw, ntar yg nemenin bukan pemandu resmi taman sari.

Image Hosted by ImageShack.us

Selain kolam pemandian, terdapat juga bangunan2 lain. misalnya sumur gemuling, sebuah bangunan/lorong melingkar dengan beberapa ruang yang dahulu dipakai sbg tempat solat. di tengah bangunan terdapat tempat terbuka dengan tangga yang (kl ga salah itung) berasal dari 5 penjuru. kemudian ada juga lorong2 yang katanya bs tembus ke kraton ataupun laut selatan (tp skr udh ditutup). di tempat2 inilah katanya merupakan tempat perlindungan jikalau kerajaan diserang musuh. seperti yang dituliskan sumber lain, ketika keluarga Sultan sudah berada di tempat yang aman, gerbang air akan terbuka dan air akan membanjiri musuh hingga tenggelam.

Image Hosted by ImageShack.us

Masih di sekitar lokasi, setelah sedikit keluar masuk pekarangan penduduk (lantaran bangunan yang menyebar dan nyempil2 diantara rumah2 warga), kita bs menemukan beberapa “gedong” yang juga menjadi bangunan penunjang tempat ini. sebutlah gedong ledoksari (tempat peraduan) dan gedong madaran (tempat makan dan minum).

Image Hosted by ImageShack.us

Secara keseluruhan, menurut gw kompleks bisa dipoles lg menjadi jauh lebih keren dari yg gw liat waktu itu. bayangin aja, rumah2 penduduk terlihat kurang tertata dan kadang menutupi akses jalan. malahan ada jemuran atau kayu2 bekas tak terpakai yang nangkring di sisi2/tembok beberapa bangunan bersejarah ini. belum lagi gempa yang pernah melanda jogja (seperti tahun 1867) juga memperparah kondisi bangunan. sampai suatu hari pada bulan september 2003 (seperti yang dipaparkan sebuah sumber) tempat ini ditetapkan oleh WMF sebagai satu dari 100 situs paling terancam didunia.