Dikutip dari wiki, lembah curam di kota bukittinggi yang memanjang sekitar 15 km dari selatan ngarai Koto Gadang menuju Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh ini bernama Ngarai Sianok. Dengan kedalaman jurang mencapai 100 m dan lebar 200 m, patahan dinding curamnya dialiri oleh sungai sianok. konon di jaman Belanda, jurang ini bernama kerbau sanget akibat banyaknya kerbau liar di dasar ngarai.

Image Hosted by ImageShack.us

Namun sangat disayangkan, terjadinya gempa 5.8 SR yang menimpa sumatera barat tanggal 6 Maret 2007 lalu telah melongsorkan 2/3 ngarai. Seperti yang dikemukakan Media Indonesia, longsor di 5 titik tersebut tsb menimbulkan hujan debu di kawasan Sianok. Tanah longsoran menimbun arus Sungai Sianok sehingga air naik dan menggenangi daratan. Tempo menambahkan, gempa tersebut diakibatkan oleh bergesernya Patahan Semangko (yang melintang disepanjang Sumatera dari Lampung hingga Aceh) sebagai dampak dari tumbukan Lempeng Samudra Hindia yang menggeser bagian barat Sumatera ke utara dan bagian timurnya ke selatan.