Image Hosted by ImageShack.us

Melancong ke tanah Batak, pastilah terngiang nama danau toba. awalnya sewaktu pertama kali singgah ke medan, gw mengira toba itu dekat. nyatanya tidak. gw baru berkesempatan ke toba setelah 3 kali berkunjung ke medan. Tepatnya tanggal 31 Agustus 2006, gw bersama rombongan dari kantor berangkat menuju toba dari medan. perjalanan kali ini melewati jalur brastagi. ampuuun, gw ga mau lg lewat jalur ini. kelok2nya jalan bikin mual ga karuan. mana perjalanan pun kian panjang dan serasa tak sampai2. dari jam 7 pagi berangkat, kita baru sampai di Parapat sekitar jam 2 siang! di Parapat agaknya sedikit terhibur, pas bangun dari tidur gw melihat air, dan dengan spontan gw teriaki “lauuut!”.

Image Hosted by ImageShack.us

Lokasi toba-samosir kalau dihitung jarak sekitar 285 km selatan kota medan. danau toba sendiri menurut sebuah sumber tak hanya terbesar se-Indonesia. dengan luas perairan dan ketinggian sekitar 1.072,16 km persegi dan 906 meter dpl, danau ini tercatat sebagai danau terbesar se-asia tenggara! (ga heran dong kl gw sempet meneriakinya “laut”). konon katanya danau ini terbentuk dari letusan gunung 75 ribu tahun silam (saking gedenya sampe disebut sebage supervulcano). kaldera bekas letusan tersebut terisi air dan jadilah sebuah danau. magma yang tertahan dan tidak keluar kemudian menjelma menjadi pulau samosir. katanya di tengah samosir masih ada danau lg (tp gw belon sempet lihat). Om wiki menyebutkan, bahwa materi yang keluar selama terjadinya supervulcano tsb mencapai 2.800km3 dan menyebabkan kematian masal dan kepunahan beberapa spesies, termasuk berkurangnya populasi manusia. perlu jg dicatat, bahwa air di danau toba ini lumayan bening lho (jadi ingat air2 yang menggenang di jakarta, nyaris butek semua!)

Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us

Sepanjang menyusuri danau, kita sempat diarahkan ke tempat yang dipercaya masyarakat sekitar dengan legenda Batu Gantung. setelah ditengok dari dekat, agaknya batu ini “aga” menyerupai seorang gadis yang tengah diikat gantung di tebing batu (walopun ga mirip2 amat). konon cerita, dulu ada seorang gadis yang akan dijodohkan dengan seorang pria yang tidak dicintainya. kemudian dia berusaha bunuh diri dengan melompat ke danau namun tersangkut dan hingga sekarang menggantung di tebing danau. katanya lg si gadis punya anjing dan ikutan lompat, dan ikutan nyangkut pula. entahlah benar ato tidak, tp orang sekitar agaknya percaya untuk tidak bertingkah macam2 saat melewati batu ini.

Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us

Rombonganpun bersama kapal ferry yang disewa menyebrangi danau menuju Desa Tomok di Samosir. Disana kita ingin mengunjungi makam leluhurnya orang Batak bernama Raja Sidabutar dengan kerajaannya yang pernah berjaya 500 tahun silam. Menurut catatan sebuah sumber, objek berupa makam ini pada tahun 2005 dikunjungi lebih dari 10 ribu wisatawan asing, dan hanya 160 orang wisatawan domestik (njomplang banget). Di pemakaman ini kita bs lihat banyak batu2 jaman prasejarah yang menjadi tempat bersemayam para leluhur. Makam yang ada diantaranya makam 3 mantan raja yang pernah memimpin Kerajaan Sidabutar. Pertama Raja Oppu Sori Buttu Sidabutar (wafat pada usia 115 tahun). Kedua putranya, Oppu Ujung Ni Barita Sidabutar dan ketiga Oppu Solompoan yang konon merupakan orang kristiani pertama yang sebelumnya pernah berkelana ke tapanuli utara dan bertemu dengan misionaris bernama Ingwer Ludwig Nommensen (Jerman).

Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us

Ada suatu hal yang menurut gw menarik. beberapa ornamen di makam dan bangunan daerah Tomok ini yg logonya serupa dan rada2 gimana gitu.. disana terpampang 4 buah ornamen yang bentuknya menyerupai (maaf) payudara wanita dengan 2 cicak disekelilingnya. waktu itu sempat dijelaskan sekilas, tp kok ya sambil bercanda, jadi gw ga bs menganggap itu serius. so, kl ada yg tau maksud ornamen itu apa tulung kasi tau ya..

Image Hosted by ImageShack.us

Nah, setelah baca ulasan singkat ttg Toba, ga ada salahnya kalian coba mampir kesini kl lagi ke medan ato kota lain di sumatera utara. gw saranin, dari medan sebaiknya ambil jalur pematang siantar. lebih deket dan jalannya lebih rata, seperti halnya jalur kita pulang waktu itu. tau gitu knp pas berangkat rombongan gw ga lewat sini aja yaaa… (menyebalkan!)

Image Hosted by ImageShack.us