Image Hosted by ImageShack.us

Berlawanan dengan pantai Kuta, Sanur berada di sebelah timur (25 menit dari bandara). Pantai yang cenderung tenang dan lebih banyak dikunjungi turis2 berusia senja ini enak dinikmati pagi2 sambil nunggu sunrise. nuansanya unik, banyak nelayan yang mencari ikan dsana. kl air lg surut (biasanya pagi), pantainya terlihat bopeng2. airnya yang bening sering mengijinkan kita mengintip ikan2 kecil dan kepiting yang tengah berjemur.

Image Hosted by ImageShack.us

Mengutip dari sebuah sumber, dahulu kala tahun 1904, kapal Cina milik Belanda bernama Sri Komala kandas di pantai ini. Pemerintah Belanda menuduh masyarakat di sekitar sanur merampas isi kapal dan menuntut kepada raja atas kerugian tsb sebesar 3.000 dolar dan menghukum orang2 yang merusak kapal. Raja kemudian menolak tuduhan itu dan enggan membayar, sehingga Belanda menyiapkan ekspedisi militar ke 6 ke Bali tanggal 20 September 1906. Kemudian, serangan ini mendapat perlawanan dari pasukan “putih” dengan perang “puputan”nya (perang habis2an). Bagi masyarakat Bali, berperang adalah layaknya jihad, sehingga gugur di medan perang dipercaya akan membawa arwah mereka langsung ke surga.

Image Hosted by ImageShack.us

Seperti yang pernah dituliskan gatra, Sea Walker menyediakan Taman Coral Sanur di kedalaman 7 meter di perairan Sanur. Aga mahal memang. kita harus menyediakan dana setidaknya USD 55-65 per orang. kl mo bantu bersih2 karang nambah USD 5 per orang. walopun kocek yang dirogoh kudu rada dalem, tp konon koloni terumbu karang ini termasuk istimewa karena dibiakan dari lahan yang semula hanya berupa hamparan pasir (di luar habitat asli coral) dan di dirintis sejak tahun 2005. Tim revitalisasi palung semawang sanur menambahkan, usaha ini dilakukan dalam rangka menanggulangi erosi pantai sanur yang sudah masuk kategori menghawatirkan dengan tingkat kerusakan mencapai 80% akibat ulah manusia dalam menangkap ikan ataupun mencuri terumbu karang.

Image Hosted by ImageShack.us