Image Hosted by ImageShack.us

Mengutip dari sebuah sumber, Sejarah berdirinya Pura Ulun Danu Beratan di desa candikuning Tabanan Bedugul terurai dalam Lontar Babad Mengwi tahun Saka 1556. Dahulu, tesebutlah seorang bernama I Gusti Agung Putu yang kalah perang dari I Gusti Ngurah Batu Tumpeng atau Ki Ngurah Kekeran. Sebagai tawanan, beliau diserahkan kepada I Gusti Ngurah Tabanan kemudian diserahkan ke patih Marga bernama I Gusti Bebalang. Kemudian untuk dapat bangkit dari kekalahan, I Gusti Agung Putu bertapa di puncak gunung Mangu sampai beliau mendapat pencerahan disana. Beliau kemudian turun gunung, mendirikan istana Belayu (Bala Ayu), kembali berperang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng dan menang. Dari kemenangan itu istana dipindahkan ke Bekak dengan nama Puri Kaleran. ditempat ini kemudian I Gusti Agung Putu mendirikan tempat pemujaan Taman Ganter dengan istana bernama Kawiapura. setelah berkali2 menang perang, termasuk membantu Raja Tabanan melawan musuhnya, seiring dengan berdirinya Kerajaan Mengwi, beliau mendirikan tempat pemujaan di tepi danau Beratan untuk memuja Batara di Pura Puncak Mangu.

Image Hosted by ImageShack.us

Di sebelah timur, terdapat pelinggih Meru Tumpang Tiga stana Lingga Petak yang konon merupakan bentuk pemujaan Siwa Lingga yang juga merupakan wujud Lingga Yoni. Memuja Tuhan dengan sarana Lingga Yoni ditujukan untuk memohon kesuburan pertanian. Gunung Mangu digambarkan sebagai Lingga dan Danau Beratan sebagai Yoni.

Image Hosted by ImageShack.us

Di sekitar pura, hawanya lumayan dingin. waktu gw ksana Mei 2005, rada susah kl mo cari toilet. ada, tp kok ya lampunya ga nyala plus ga ada airnya. sayang sekali, padahal tempat ini kl digarap serius pasti jadi tempat yang asik buat didatengi. akhirnya lebih banyak orang yg justru berkunjung beberapa meter dari tempat itu, tuk bermain water sport di danau Beratan.

Image Hosted by ImageShack.us