Salah satu prosesi adat masyarakat Bali yang unik adalah Ngaben. apalagi buat gw yang belom pernah liat proses kremasi secara langsung. kebetulan tahun lalu gw ke bali dan secara tidak sengaja berkesempatan melihat proses ini. setelah meminta izin dengan keluarga penyelenggara, gw pun dengan pedenya maju ke depan dan mengabadikan jasad yang tengah dikremasi. dari asap yang membumbung tinggi ke udara, terhirup bau khas yang mungkin ga akan lu temuin ditempat lain. disertai bunyi2 letupan, gw bertahan agak lama menyaksikan proses itu. sampai akhirnya gw nyerah dan memutuskan pulang lantaran abu2 yang beterbangan sudah mulai menempel di badan gw.

Image Hosted by ImageShack.us
Image Hosted by ImageShack.us

Upacara Ngaben dilakukan dalam rangka mengembalikan arwah orang yang sudah meninggal ke tempat asalnya, sehingga upacara ini wajib dilakukan terhadap orang2 yang sudah meninggal dunia. namun karena biaya yang harus dikeluarkan lumayan banyak, konon bisa mencapai Rp 30 jt, maka upacara ini banyak dilakukan secara masal. katanya sih, bagi yang sudah meninggal dan belum melewati proses ini, jasad dikubur sementara terlebih dahulu, baru kemudian dikeluarkan lagi dan dikremasi.

Menurut sebuah sumber, dengan melakukan upacara ini, arwah yang meninggal dibebaskan dari ikatan duniawi menuju surga dan menjelma kembali ke dunia melalui reinkarnasi. Persiapan yang dilakukan antara lain, memilih hari baik, kemudian membuat “bade/lembu” yang terbuat dari bambu, kayu atau kertas warna warni yang katanya akan disesuaikan dengan golongan/strata sosial keluarganya. sebelum kremasi dilakukan, Bade/lembu diarak berputar disertai suara gamelan menuju tempat upacara. hal ini dilakukan agar sang arwah bingung dan tidak bs kembali dan tidak mengganggu keluarga yang ditinggalkan. setelah kremasi selesai maka abu tersebut dibuang ke laut/sungai. dan setelahnya para kerabat dapat menghormati arwah tersebut di pura keluarga masing2.