Image Hosted by ImageShack.us

Kata om wiki, kata Bromo berasal dari bahasa sansekerta yaitu Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu. gunung bromo sampe skr masih terkenal aktif dan termasuk tempat wisata di jawa timur yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik ataupun mancanegara. padahal tuk bs ke tempat ini, jalannya lumayan ribet. pas gw kesana lebaran tahun lalu, gw berangkat dari kota Malang lewat probolinggo. dini hari pula. sampe di Bromo, kita sempet istirahat sejam di penginapan. sekitar jam stenga 4 kita kembali melaju pake jip sewaan ke daerah pananja’an, tempat kita bs melihat sunrise. sepanjang jalan guelap dan dingin. coba tebak apa yang gw temukan di atas sana, KABUT!! udh jauh2 dari surabaya ke malang. udh ngebut gila2an dari malang ke bromo, yg gw liat tak lain adalah kabut putih tebal! kabutnya pun tak kunjung hilang. jadilah gw berputus asa dan memilih tuk duduk di pinggir pager. di saat orang2 sabar dan sangat yakin bs melihat bromo saat kabut sirna, gw malah tertidur setengah jam disana. lumayan banget. dan betul saja, pas bangun masih jg yg gw liat adalah kabut. sebal!

Image Hosted by ImageShack.us

Haripun semakin siang, sinar matahari semakin terang. kawasan yang berketinggian 2.392 meter dpl ini tidak lagi sedingin pagi tadi. setelah puas meratapi nasib karena gagal dapet foto bagus, akhirnya kita turun menuju jip sewaan. tak dinyana2, jipnya udh ga ada. tnyata saking sabarnya kita kelamaan di atas. dengan semangat 45, gw dan ketty turun jalan kaki. awalnya sih berani, lama2 ciut jg ni nyali. sepanjang jalan cuma kita doang. kiri kanan udh mulai banyak jurang. dan kita ga yakin berapa jarak yg harus kita tempuh, karena pas berangkat kita ga bs liat apa2 lantaran masih pagi buta. untung ada motor yang lewat. entah itu ojek ato bukan, kita stop dan mintai tolong tuk anter kita ke penginapan. untungnya teman yg emang stay dipenginapan bersedia panik dan mencari supir jip kita dsana. fiuh, akhirnya kita dijemput jg.

Next destination, ke gunung Bromo. turun dari pananja’an, jalanan sudah mulai berdebu banyak. ternyata itu bukan debu biasa melainkan lautan pasir/kaldera yang memiliki luas sekitar 10km persegi. ditempat ini kita bs liat langsung gunung bromo dari jarak yang amat dekat. bahkan kl mau, kita bs menyusuri tangga tuk melihat langsung semburan uap panas dari kawahnya. dan gw memilih tuk foto bareng kuda dari lautan pasirnya saja, mengingat tangganya tinggi sekali, dan hidung gw aga2 alergi sama belerang. gunung bromo bernah meletus berkali2 dengan letusan terbesar terjadi pada tahun 1974 dan letusan terakhirnya terjadi pada tahun 2001. selain sebagai tempat wisata, masyarakat Suku Tengger mempercayai Bromo sebagai gunung suci. setahun sekali, di malam purnama bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan jawa, mereka mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. ritual ini dimulai dari pura di kaki gunung dan berakhir di puncak Bromo. seperti yg gw pernah liat di Jejak Petualang, pas upacara banyak sesajen yang dikirim ke kawah. dan banyak pula masyarakat yang menanti di mulut kawah biar dapet berkah.

Image Hosted by ImageShack.us

Di deket bromo, masih di komplek yang sama, ada sebuah gunung yang “gunung banget” dan sempat gw kira gunung Bromo. ternyata namanya Gunung Bathok (2.440meter dpl). di deket gunung inilah terdapat pura tempat masyarakat Tengger melakukan ritual2 keagamaannya. katanya ya, gunung bathok terjadi karena ada orang sakti yang membuang batok kelapa dan dengan posisi terbaliknya, batok ini berubah menjadi sebuah gunung.

Image Hosted by ImageShack.us