Taun kemaren, tepatnya tgl 9 Des 05, gw barengan tmn2 baru dari milis Indonesia Geographic pergi plesiran ke ujung selatannya jawa barat, yaitu ke daerah Ujung Genteng (pesisir Kecamatan Ciracap Kecamatan Waluran selatan Kabupaten Sukabumi). Perjalanan darat yang menempuh waktu lebih kurang 7 jam dari jakarta, terasa sangat singkat karena kita berangkat malam hari dari jakarta dan tau2 pagi hari udh sampe di penginepan yang kebetulan ada di depan laut.

Image Hosted by ImageShack.us

Sampe disana kita langsung siap2 ke lokasi wisata pertama yaitu Cikaso tuk liat aer terjun. Disana ada tiga air terjun yg cuakep banget kl difoto (sayangnya, kamera gw ga mampu motret ketiganya sekaligus). Ga puas liat2, gw akhirnya memutusnya tuk nyebrang ke tengah sungai trus nangkring di salah satu batu supaya bisa liat air terjun dari deket. Setiap batu yg ada disitu penuh dengan lumut2 hijau yg akhirnya nempel dibaju gw dan susah hilang walopun udh dicuci berkali2 serta sempat bikin gw kepleset.

Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us


Puas berbasah2 ria di sekitar aer terjun, akhirnya bis kita melaju lagi kesuatu tempat (depan amanda ratu hotel) yg konon katanya punya tebing yg mirip tanah lot. namun sayang, krn wilayah ini tidak di secara apik dikelola, walhasil terlihatnya pun biasa aja. penginapan di dekatnyapun seraya mati karena minus pengunjung (lha iya, wong jau banget dari jkt).

Image Hosted by ImageShack.us

Menjelang sore, bis kita melaju lagi menuju sebuah pantai (lupa euy nama pantainya) yang ktnya bisa dijadiin tempat motret sunset. namun sangat disayangkan, mendung bho.. jadilah kita kaum2 narsis sibuk foto2 diri sendiri! pantainya sebetulnya bagus, masih bersih. sayangnya ya itu, mendung, hix…

Image Hosted by ImageShack.us

Nah, yang paling seru adalah di malam harinya. berbekal motor ojek yg kalo ngebut bs bikin merem melek. gmn ga tegang, wong ngesot2nya diatas pasir, belon lagi kl nyebrangin sungai kecil cuma lewat seonggok kayu yg kl ga tahan napas mungkin gw udh bikin oleng motornya, plus melewati belukar yg kl ngebut rasanya kaki kaya disambit2… malem itu kita berpetualang di sebuah pantai di deket tempat pengembangan teknologi konservasi penyu Pangumbahan. Malem itu kita menyaksikan Penyu Hijau bertelur.

Image Hosted by ImageShack.us

Tuk bs liat penyu ini bertelur, tidaklah mudah perjuangannya. setelah kembali berojek dibawah gerimisnya malam, kita standby di pantai nan gelap gulita hingga lepas dini hari. barulah setelah itu kita menemukan sosok hitam menepi. katanya si penyu baru bs dideketin kl udh bertelor. walopun dia tidak merasa nyaman, tp kl sedang bertelor, kita datengpun dia tidak akan pergi. alhasil, mendekatlah kita kepada sosok yg ternyata ukurannya segede meja makan dengan bola2 pingpong yang baru aja keluar dari perutnya. berhubung semua orang uyek2an disekitar penyu, gw kebagian endingnya doang (huh!). gw ga bs liat langsung adegan bertelur yg sebenernya gw tunggu2 tuk bs difoto.

Sekilas ttg penyu hijau. Di negri barat dia dinamakan Green Sea Turtle. Di Yunani menjadi Chelonia mydas. Penyu hijau terkenal karena badannya yg rada2 gendut dengan panjang dan berat mencapai 1,5 meter dan 200 kg (bs jadi ini penyu terbesar dari jenisnya). Warna hijau penyu dewasa lebih disebabkan oleh warna alga yg dia makan.

Penyu hijau biasa berhabiat di pantai. tapi sayangnya byk orang2 ga tau diri yg hobi banget makan sop penyu (kejam!). polusi laut dan lampu2 buatan disekitar pantai tidak jarang bikin penyu2 ini tersiksa. gara2 terkecoh lampu2 itulah penyu suka gagal mencari arah tuk kembali kelaut.

Back to the journey, paginya sebelum pulang, kita dibawa lagi lagi sama pasukan ojek ke ujungnya ujung genteng. Disana ada kampung nelayan lengkap dengan perahu2nya.

Image Hosted by ImageShack.us

Selesai dari situ, berakhirlah perjalanan kita ke Ujung Genteng. Gw blm baca lg ni, after gempa kmrn di pangandaran, ujung genteng apa kabar ya..

Akhir kata, sebelum gw tutup, ijinkan gw tuk berbagi sebuah tulisan yg gw temuin di internet. Penulisnya Rudy Aryanto, dia membuat sebuah penelitian ttg pariwisata di wilayah ujung genteng. Bolehlah kl sempat dibaca…