Info to all,

blog gw rencananya mo dipindah permanen ke alamat dibawah ini:
my blog will be permanently relocated to:

http://jalanbareng.sistasista.net/

Thanks for visiting…ūüôā

Image Hosted by ImageShack.us

Makam Sultan Hasanuddin terletak di komplek pemakaman raja-raja Gowa di Katangka Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan. Di tempat yang sama dimakamkan pula Sultan Alauddin (Raja yang mengembangkan agama Islam pertama di Kerajaan Gowa) dan disebelah kiri depan komplek makam, terdapat lokasi tempat pelantikan raja Gowa yang bernama Batu Pallantikan.

Image Hosted by ImageShack.us

Menurut tulisan yang terukir di makamnya, beliau lahir tahun 1629, menjadi raja tahun 1652, meletakkan jabatan tahun 1668 dan wafat tanggal 12 Juni 1670. Dimakamnya jg tertera nama Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe Mohammad Bakir yang merupakan nama kecil Sultan Hasanuddin.

Image Hosted by ImageShack.us

(lebih…)

Image Hosted by ImageShack.us

Salah satu benteng peninggalan Belanda yang pernah dibangun di Indonesia dan masih terawat hingga kini (bahkan Barbara Crossette di New York Times menuliskannya sebagai the best preserved Dutch fort in Asia) adalah Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam yang berlokasi di Jl. Ujung Pandang No.1 Makassar. Menurut keterangan Depbudpar, dulunya sebelum dibangun Fort Rotterdam di tempat ini terdapat benteng milik kerajaan Gowa (konon bernama Benteng Ujung Pandang) yang dibangun sekitar tahun 1545. Benteng milik kerajaan Gowa tsb kemudian dihancurkan saat Belanda menduduki daerah ini dan setelah perjanjian Bungaya tahun 1667, Belanda membangun Fort Rotterdam sebagai pusat pemerintahan Belanda. Masih mengutip dari sumber yang sama, di dalam sejarah, seorang Pangeran Diponegoro, yang memimpin perang jawa melawan Belanda tahun 1925-1930, pernah ditipu, ditangkap lantas dibuang ke Makassar serta diasingkan selama 26 tahun di Benteng Rotterdam ini.

Image Hosted by ImageShack.us

(lebih…)

Turut berduka atas kejadian yang sebetulnya bukan lagi masalah asing di negeri ini. Efek dari ketergantungan kita yang amat sangat dan rendahnya bargaining power kita thd “orang-orang luar ini” akhirnya terjadi lg dengan hengkangnya salah satu investor asing yang telah menghidupi banyak karyawan di indonesia. Sebetulnya ini salah siapa?

Investor punya hak untuk masuk dan keluar kapan saja ke bidang dan negara mana¬†pun yang diminati. Jadi agak sulit jika setelah kejadian ini kita masih berharap ia untuk kembali berinvestasi apalagi sejauh saya lihat fenomena “mencari negara yang lebih kondusif” yang sebetulnya adalah “mencari negara dengan biaya yg lebih murah untuk berinvestasi” telah menjadi alasan ia tuk hengkang. Masalah kualitas pun akhirnya hanyalah dalih untuk sekedar memenuhi etika bisnis ketika ditanya orang. Seharusnya para karyawan mendemo pimpinan perusahaan mereka yang ternyata tidak bisa menyikapi masalah ini. Jika memang kualitas dipandang bukan masalah, kenapa perusahaan tidak berinisiatif membuat merk sendiri atau mungkin mencari customer lain guna mempertahankan nasib karyawannya.

Belajar dari industri lain yaitu otomotif yang kini sedikit demi sedikit telah ditinggalkan oleh investornya karena negara lain dipandang lebih murah untuk memproduksi berbagai macam jenis kendaraan, para supplier otomotif tsb jauh-jauh hari sudah mulai memikirkan cara untuk mempertahankan sumber daya yang sudah terlanjur diinvestasikan untuk membuat produk di luar bidang usahanya. Tidak tanggung-tanggung, dari membuat perlengkapan kendaraan bermotor mereka memodifikasi produknya menjadi bagian-bagian kecil dari produk mainan anak-anak yang kini tengah mereka supply ke produsennya ataupun membuat produk rumah tangga lainnya yang sekiranya dapat dititipkan dan dijual melalui toko-toko kelontong berukuran besar (hypermarket). Hal-hal¬†tersebut kemudian memperlihatkan bahwa semua kembali kepada usaha kita masing-masing. Sekarang tinggal bagaimana kita mau berusaha, mandiri, dan tentunya kembali lagi bahwa pemerintahlah yang harus menjadi ‚ÄúAyah‚ÄĚ, agar kedepannya kita terbebas dari hal-hal yang merugikan kita sebagai tuan tanah yang bekerja di ladang sendiri.

Sumber bacaan:

Ribuan Buruh Demo Keputusan Nike РMedia Indonesia 
Perwakilan Buruh Bertemu Manajemen Nike – Metro TV News

Bertempat di Jl. Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan, terdapat sebuah bangunan yang dulunya merupakan istana tempat kediaman raja-raja gowa. Balla Lompoa sendiri dalam bahasa makassar berarti rumah besar atau rumah kebesaran. Di dalam museum terdapat berbagai macam peninggalan kerajaan termasuk benda2 pusaka, mahkota dan berbagai perhiasan berharga serta terpampang pula silsilah keluarga kerajaan gowa. tersebutlah sebuah nama di bagian bawah silsilah yang membuat gw agak tercengang, yaitu Setiawan Djodi! (cmiiw, karena gw ke museum ini udh bertahun2 lalu lamanya).

Image Hosted by ImageShack.us

Mengutip dari kompas, Istana Balla Lompoa dibangun pada tahun 1936 pada masa pemerintaan Raja Gowa ke-31 yaitu I Mangngi-mangngi Daeng Matutu dan pernah direstorasi pada tahun 1978-1980. bangunan utama istana berukuran 60×40 meter dan ruang penerima tamu berukuran 40×4.5 meter. seluruh bangunan dan atapnya terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. bangunan ini merupakan bangunan khas bugis yaitu berupa rumah panggung dan memiliki banyak jendela. menurut banyak pengakuan, banyak hal ghoib dan mistis bisa ditemui di tempat ini. dan setiap ada perayaan Idul Adha, katanya sering diadakan upacara adat pencucian benda-benda pusaka kerajaan. sayangnya istana kini sepi pengunjung. entah, mungkin karena lokasinya yang tidak seperti Benteng Fort Rotterdam yang berada di tengah kota makassar.

Image Hosted by ImageShack.us

Pertama kali menginjakkan kaki dikota ini beberapa tahun lalu, dari pesawat sesaat sebelum mendarat, gw sempat mengira kota dibawah gw adalah surabaya. ga nyangka ada kota di luar jawa yang sudah padat dengan bangunan dan rumah2. Bicara ttg Kota Makassar, pastilah tidak luput dari salah satu icon kota ini yaitu pantai losari. semula gw mengira pantai ini dapat dijadikan tempat berenang seperti layaknya pantai kuta di Bali. nyatanya disini, pantainya hanya bisa dilihat dan sulit untuk digapai karena sudah ditanggul. posisinya tepat dipinggir jalan dan berseberangan dengan berbagai macam hotel. walaupun disana gw agak2 kecewa karena gagal menemukan pasir putih seperti yg gw bayangkan sebelumnya, tp Subhanallah, ada moment yang ga akan gw lupain. Sunset pertama gw! apalagi kl dilihat dari balkon hotel. tanpa perlu terhalang kita bs liat detik demi detik berlalu dengan sudut kemiringan matahari yang kian membenam di balik bumi.

Image Hosted by ImageShack.us

(lebih…)

Taman Nasional Way Kambas, terletak di timur Propinsi Lampung dan berjarak sekitar 112 km dari Kota Bandarlampung. Taman nasional way (sungai) kambas ini pertama kali diresmikan oleh Menteri Pertanian tahun 1982. Dengan luas sekitar 130 ribu ha, tempat ini tidak hanya dihuni gajah2 sumatera (Elephas maximus), tp juga merupakan habitat bagi badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan beberapa hewan dilindungi lainnya. Menurut sebuah sumber, objek wisata ini paling baik dikunjungi pada bulan Juli s.d. September.

Image Hosted by ImageShack.us
(lebih…)