
Jikalau kalian berjalan menelusuri Malioboro, mentok di ujung jalan bagian selatan, pastilah pernah lihat benteng ini. tepat dibelakang Monumen Serangan Umum 1 Maret, berdiri bangunan yang dulu pernah dipakai Belanda untuk mengamankan pemerintahan Gubernur Hindia Belanda yang saat itu bermukim di seberang benteng (Gedung Gubernuran/Gedung Agung). Di atas tanah milik Sri Sutan ini dahulu dipasangi meriam yang mengarah ke Keraton Yogyakarta konon untuk jaga2 dari serangan pemberontakan.

Menurut sebuah sumber, pada awalnya benteng ini dibangun oleh Belanda awal tahun 1760 dan dinamakan Benteng Rustenburg atau Benteng Peristirahatan. Tahun 1765 bangunan benteng disempurnakan dan berubah nama menjadi Benteng Vredeburg yang berarti Benteng Perdamaian. Selain sebagai benteng pertahanan (1760-1830), Vredeburg pernah dipakai jg sebagai markas militer Belanda dan Jepang. Dan sejak RI merdeka, benteng sempat beralih fungsi menjadi markas militer RI. Pemugaran kemudian dilakukan di bagian dalam guna menyesuaikan dengan fungsi barunya sebagai museum dan tanggal 23 November 1992 diresmikan sebagai Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Yogyakarta. Bangunan bersegi 4 dengan menara dimasing2 sudut ini kini lebih banyak diisi diorama2 yang menceritakan perjuangan sebelum kemerdekaan s.d. masa orde baru. Beberapa koleksi seperti foto2 jaman perang jg ada disini.
Mei 2, 2007 at 3:40 am
by sista : rajin sekali, dan foto2 nya keren. Boleh saya copy kan?
Mei 2, 2007 at 7:25 am
kl cuma tuk keperluan pribadi boleh aja kok dicopy.
Oktober 4, 2007 at 1:53 pm
boleh juga
Oktober 5, 2007 at 7:05 am
gw jg lumayan sering maen ke jogja. Setiap ke sana gw pasti ke vredeburg…sumpah keren abis
November 14, 2007 at 5:34 pm
eh sumpe dh kerenz abiz gw jadi pengen maen kesana lagi ……… jd ketagihan he……….
Januari 19, 2008 at 2:59 am
yang namanya peninggalan sejarah pasti selalu bikin kita kagum. nilai historis dan berbagai makna bagi kita sebagai anak cucu sejarah terlalu berharga untuk di biarkan terbengkalai begitu saja.
sayangnya perhatian untuk daerah, kawasan, situs, peninggalan bersejarah lainnya kurang diperhatikan.
mungkin orang² diatas sana pada sibuk mikir “apa besok masih punya kuasa?”
salut mbak…lestarikan budaya
saya dukung doa dan kalo ada perlu tenaga kontak aja deh
Februari 2, 2008 at 7:22 pm
eh aku pernah terinspirasi sama vredeburg untuk bikin tulisan dan foto. isinya tentang sejarah vredeburg dipadu ma fiksi..
silakan baca di sini
http://ladangkata.com/2008/01/09/cinta-dan-vredeburg/