Turun dari stasiun tawang, tepat didepannya kita sudah disuguhi suasana kota lama Semarang. Fyi, nama Semarang sendiri konon diawali dari sejarah kasultanan Demak dengan tokoh bernama pangeran Made Pandan dan putranya Raden Pandan Arang yang meninggalkan Demak menuju suatu tempat bernama Pulau Tirang untuk menyebarkan agama Islam serta membuka area hutan. Daerah ini pun kian subur. Di sela-sela kesuburan tanah Pulau Tirang, muncul tanaman pohon asam arang (jawa: asem arang) yang kemudian memunculkan nama kota Semarang. Secara adat, kota Semarang berdiri sejak tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan penobatan Pandan Arang II sebagai bupati. Sejarah lengkap kota semarang dapat kalian baca di situs resmi kota semarang.
Saat tiba di semarang, gw langsung berjalan kaki menyusuri kota lama. Diatas jalan ber-paving block ini banyak banget bangunan tua yang bs ditemui. awalnya tempat ini sempat tidak terawat. menurut data dari Pusat Litbang Teknologi Permukiman, terancamnya bangunan peninggalan sejarah di kawasan semacam ini umumnya disebabkan oleh: kehadiran bangunan – bangunan baru yang tak terarah dan tak terkendali, kerusakan karena usia, kerusakan oleh pengaruh alam (pasang – surut air laut), menjadi kota mati karena ditinggalkan penghuninya, rendahnya kesadaran masyarakat dan tidak adanya peran serta masyarakat dalam upaya pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan.
Namun kini, pemerintah tengah mencoba untuk merevitalisasi kota lama dengan melibatkan beberapa arsitek ahli agar setting sebagai kota kolonial tetap terjaga. menurut data yang diperoleh dari kompas 10 April 2003, yang semula mencapai 80% kini tinggal 50% bangunan yang tak terawat. Ya, semoga saja kali ini niat pemerintah dapat benar2 terwujud. belum lagi kota lama termasuk wilayah rawan banjir. beberapa institusi dan pengusaha jg diundang untuk bergabung menggunakan bangunan2 lama di tempat ini agar wilayah kota lama kembali hidup.
Menurut pengakuan seorang teman yang memang asli semarang, kota lama saat ini sudah jauh berbeda dengan yang dulu. skr sudah terlihat lebih rapi. jalan-jalan sudah mulai dibenahi. beberapa perubahan antara lain, dipasangnya paving block di komplek kota lama dan dibuatnya polder di depan stasiun tuk mengurangi genangan air/banjir saat hujan. beberapa bangunan jg sudah dibenahi ulang.
Salah satu tempat yag sering dikunjungi pelancong adalah Gereja Blenduk. Sesuai dengan bentuk kubahnya, blenduk dalam bahasa jawa berarti berbentuk irisan setengah bola. Gereja Blenduk dibangun pada tahun 1753 (sebuah sumber mengatakan tahun 1750) oleh arsitek Hpa De Wilde dan W Westmas serta digunakan sebagai gereja Nederlandsche Indische Kerk. Bangunan ini pernah diperbaiki tahun 1756, 1787, 1794, dan terakhir tahun 1894.





16 Januari 2007 at 9:53 AM
klo di semarang sarana transportasi mudah ngga
lalu dari atu t4wisata ke yang lainnya jauh ngga ya?
ditunggu ya jawabnya di alamat email saya
thx ya
16 Januari 2007 at 5:15 PM
kota barunya mana?
simpang lima, tugu muda, gombel dll mana?
saya kalo ke semarang pasti yang diburu adalah oleh-olehnya, ada pusat oleh oleh dekat simpang lima, yaitu jalan yang menuju tugu muda, disana banyak sekali oleh-oleh khas Semarang, seperti lumpia, bandeng presto, dll.
btw, semarang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bawah (kota lama), menengah (simpang lima) dan atas (gombel). di simpang lima kita bisa jalan-jalan sambil menikmati teh poci yang dijual disepanjang trotoar lingkar simpang lima, kalo udah malam hari, bagi yang gak bisa tidur
sigwa
16 Januari 2007 at 5:35 PM
Oh iya,
kenalkan nama saya juga wasista (sigwa)
mengucapkan selamat menikah pada tanggal 21 Januari 2007 dan selamat menempuh hidup baru dengan mas Arip, semoga menjadi keluarga mawadah warohmah, aamiin.
nb: baca juga komentar di GWK
sigwa
30 Januari 2007 at 11:14 AM
weeeiiizzz….kok podo ik karo jenengku?aku wis kangen bgt karo semarang ‘ndhaa..tapi kawasan pedurungan&semarang timur kokjarang di expose ya?salam cup-cup muah2 bt cah UNDIP akuntansi ’97.piye kabare ‘ndhaa?
3 Februari 2007 at 9:53 AM
allo semarang..
yowezzz…. tolong donk buat pemkot semarang tuk mengembangkan objek wisata yg ada d kota semarang.. kurang diperhatikan.. klo banyak dikunjung orang kan bisa mendatangkan pemasukan untuk daerah lalu pada akhirnya pemasukan tersebut bisa digunakan untuk biaya pengembangan sekaligus perawatan.. dibersihkan , direnovasi , dipercantik , lalu dikunjungi.. bukan cuma mal aja yg diurus!! selain itu dilakukan kunjungan2 lokal yg diadakan sekolah2 dasar, menengah, samapai atas (sd, smp, smu).. saya yakin bahwa kota semarang akan menjadi lebih dikenal penduduk diluar semarang sekaligus dibanggakan penduduk lokal semarang..
yasud,, sekian dulu. saya tunggu responnya…. terimakasih….
7 Agustus 2007 at 10:11 PM
hahahahahahha banyak perantauan dari semarang neh..
salam yaaaaaaaaaa
19 Oktober 2007 at 4:53 PM
bagaimana dengan Gedung Jiwasraya di Jl Letjen Suprapto, Semarang??? kawasan kota lama tidak hanya itu saja, termasuk juga pekojan, pecinan dll. Bagaimana dengan pasar johar, yg sekarang lagi heboh?????Thx….
28 Oktober 2007 at 3:05 PM
Saya sempat beberapa tahun tinggal di kota Semarang (2000-2004), kesan saya selama tinggal di kota itu adalah kota yang cukup nyaman. Tempat saya kost tidak jauh dari pusat kota, dan semarang tidak terlalu macet ( biasanya macet kalau malam minggu saja di seputaran Simpang Lima). Terkadang saya kangen suasana kota semarang, bahkan dalan benak saya, kalau saya pensiun nanti, saya akan menghabiskan masa tua saya di kota tsb, Mungkin nggak ya ?
20 Mei 2008 at 12:15 PM
Kota Lama merupakan salah satu wujud dari kebudayaan fisik peninggalan zaman belanda. Kota lam bisa juga disebut memiliki nilai kebudayaan indis. Karena Kota Lama merupakan perpaduan antara kebudayaan Belanda dengan Kebudayaan Jawa, yaitu ditumpahkan melalui bentuk bangunan fisik, yang mana sampai sekarang masih memiliki nilai seni tersendiri. Kota Lama WAJIB DI LESTARIKAN….!!!!
10 Januari 2009 at 11:31 AM
lumayan lah untuk ukran semarang, tapiiiii……sering banjir,kotyorrr, jorokkk
16 Januari 2009 at 11:51 PM
sebenarnya kota lama semarang punya prospek cerah buat jd kota wisata, sebaiknya akses jalan di kota lama tertup bagi kendaraan bermotor, karena mengurangi “kharisma” sebagai kota lama, mending disediain sepeda onthel saja, biar orang bisa lebih “khusyu” buat bernostalgia..
lagian kan sayang tuh ma pavingnya, lebih cepat hancur…
1 Februari 2009 at 5:01 PM
wah!!! kayak di luar negeri ya
eh…. warga semarang harus bersyukur lho
nggak usah jauh-jauh ke luar negeri
tapi tetap dijaga kebersihanya ya
pokoknya Semarang is the best
28 September 2009 at 1:20 PM
” mari kita jaga kebudayaan dan lestarikan kebudayaan kota semarang ”
SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
16 Oktober 2009 at 8:39 AM
Saya sengaja datang u/menikmati kota lama.menyenangkan seolah diajak hdup d masa lalu.hanya sayang banyak rumah2 liar yg sangat mengganggu pemandangan.kl mlmagak serem jg pdahal jk ditata apik aku pilih jln2 mlm karna g panas.jk dibenahi seara serius bs sbagi objek wisata yg bs menghidupi bnyak org mulai d/tukang becak,rmh makan,souvenir(pernak-pernik ttng kota lama.smoga ada bnyak perubahan jk sy kembali…
14 Desember 2009 at 4:32 PM
jadi ingat waktu jalan-jalan ke dugderan pada tahun 1971 an sampai nyasar ke tawang lho,coba bayangkan dari arena dugderan ke gayamsari jalan kaki,dan pernah juga jamannya ada lotre hereg-hereg yang hadiahnya sepeda jengki rrt,perabotan dapur di bon laut (pelabuhan)saya tempuh dengan jalan kaki. coba anak sekarang apa ada yang mau ????
2 April 2010 at 10:47 AM
sayang sekali pemkot tidak dapat nerawat peninggalan yang bisa mendatangkan pendapatan dan mendatangkan kenangan bagi yg pernah tinggal di semarang. Saya sedih melihat stasiun Tawang yg digenangi rob, mudah2an pemerintah pusat bisa membantu mengatasi rob di kota lama, Amin.
22 April 2010 at 9:15 AM
Jd pengen ke sana…
7 Mei 2010 at 1:48 PM
wah senengnya….ngeliat foto pabrik rokok nyak-ku nampang disini…berkat rokok aku bisa sekolah, berkat rokok aku bisa jadi sarjana, berlayarlah terus paroe lajar semoga abadi. amien…
14 Mei 2010 at 1:26 PM
aku pernah sekali ke kota lama.. tepatnya di tawang.. bagus banget.. tapi banyak gedung yang ga di rawat.. jadi kangen pengen ke sono lagi..