Kemarin (30/10) pulang kantor, biar kate jau gw bela2in ke blok m, cuma buat nonton Denias. ternyata, nomatnya Danias sepi penonton, kali yg niat gw doang dan yg laen cuma penonton buangan yang keabisan tiket nonton kuntilanak.

Awalnya gw tertarik setelah baca sinopsisnya di koran beberapa minggu lalu. disana dibilang, saking seriusnya film ini digarap, sampe ceritanya sendiri rada2 tertutupi sama screen2 yang dibuat fotografik abiss tuk menguak alam papua yang masih perawan… (whaaa.. gw bangettt!)
(lagi…)
Jalan2 di jakarta tu ga ada abisnya. kl skr lu bingung cari tempat maen dan mentoknya ke mall melulu, kynya udh saatnya lu merubah arah perjalanlu ketempat2 lain yg sebenernya ga kalah menarik dan bermanfaat. Kebetulan jakarta punya sekitar 60 museum dengan 7 diantaranya dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sekali itu gw pernah berkesempatan ikut tournya Sahabat Museum dengan judul Plesiran Tempo Doeloe ke Bank Djadoel di Batavia tgl 28 Agustus 2005. Walopun jalan kaki panas2 keliling kota, tp gw seneng. kapan lagi gw bs masuk ke gedung2 yg kl lewat sekilas pasti gw ga bakalan tertarik tuk masuk.
(lagi…)
Sebagai cewe yang ngakunya pecinta laut, ga mungkin banget gw melewatkan tawaran tuk ikut sama anak2 explore indonesia kemping ke kepulauan seribu. Tepatnya tanggal 25 Juni 2005, gw ber4 bareng shanti, ferry dan hilmy nekat pegi tuk menjelajahi lautan. berbekal keyakinan penuh dan harapan yg terlalu tinggi (karena sempet salah dermaga, hehehe) berangkatlah kita dari pante mutiara naek kapal pribadinya siapa gitu yg disewa. berangkat pagi2 buta, ampe sana kapalnya telat pula lantaran surat2 ijin kapalnya ga kunjung lengkap (halah kok bisa?!).

(lagi…)

Ketika itu, dipertengahan abad ke-18, tak lama setelah dibukanya terusan Suez (1869), tersebutlah sebuah pelabuhan baru yaitu tanjung priok yang dibangun sekitar 15 km dari sunda kelapa. saat itu batavia sedang gencar2nya menghadapi saingan singapura yang baru saja dibangun oleh raffles, dan pelabuhan sunda kelapa tidak lagi mampu menampung kapal2 uap yang singgah.
(lagi…)

Lu tau kan. kl dijakarta itu ada yang namanya monumen nasional alias monas. kata orang pemerintahan disini, dibilang kl monas ato Tugu Peringatan Nasional merupakan salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda.
(lagi…)